Talkshow Urbanity bersama Raphael Wregas Bhanuteja dan Inarah Syarafina
Talkshow Urbanity bersama Raphael Wregas Bhanuteja dan Inarah Syarafina
Acara UPH Film Festival tahun ini mengangkat tema “Urbanity”.UFF merupakan ruang unjuk public mahasiswa DKV UPH dalam mengekspresikan konsep dari realita social dan budaya berupa karya film pendek (fiksi, documenter dan animasi).
Sabtu (23/03/2024), Telah diadakan Talkshow Urbanity UPH Film Festival yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Harapan Pelita. Acara ini berlangsung di XXI Aeon BSD, Tangerang dengan menghadirkan narasumber Raphael Wregas Bhanuteja yang merupakan seorang sutradara dan penulis skenario asal Indonesia, ia menjadi sutradara pertama pada tahun 2016 yang memenangkan penghargaan Cannes Film Festival untuk film pendeknya yang berjudul “Prenjak”. Sedangkan Inarah Syarafina yang dikenal sebagai desainer produksi Sinemaku Pictures dan asisten sutradara di Kukira Kau Rumah, kini akan mencoba peran baru sebagai sutradara untuk film horor Panjang berjudul “Temurun” yang merupakan film horror yang akan tayang dibioskop Indonesia.
Dalam acara talkshow ini banyak dihadiri oleh mahasiswa UPH dan mahasiswa kampus lain. “Acara ini dilaksanakan guna untuk mengajak para mahasiswa UPH untuk mengikuti matakuliah peminatan perfilm an, memberikan wawasan kepada khalayak tentang dunia perfilman serta animasi, dan bentuk apresiasi untuk kaka tingkat dan mahasiswa-mahasiswa yang ada di DKV UPH” Ucap Stephanie sebagai ketua plaksana acara tersebut.
Kehadiran Raphael Wregas Bhanuteja di acara mereka merupakan bagian dari komitmen Urbanity untuk menghadirkan narasi-narasi yang memotivasi dan menginspirasi pemirsa. Bhanuteja diakui sebagai sosok yang tidak hanya mengubah paradigma seni kontemporer, tetapi juga memberikan kontribusi berarti dalam meningkatkan apresiasi terhadap kreativitas dan keindahan.
Raphael Wregas Bhanuteja sendiri menyampaikan antusiasmenya untuk bergabung denganacara talkshow ini. "Saya senang dapat berbagi ide dan inspirasi dengan penonton Urbanity. Ini adalah kesempatan untuk berbicara tentang kreativitas, seni sebagai sarana ekspresi, dan bagaimana hal-hal ini dapat membentuk pemahaman kita tentang dunia film" ucapnya.
Inarah Syarafina juga memberikan motivasi dan tips-tips agar kita bisa mendapatkan ide, melalui acara ini ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan para penonton salah satunya mengenai bagaimana caranya kita bisa peka terhadap lingkungan sekitar yang mana bisa menjadi sumber inspirasi kita dalam membuat sebuah karya.
“Inspirasi menulis itu bisa datang dari situasi yang sedang terjadi masa kini, budaya dan lingkungan kita selalu bisa menjadi inspirasi kita untuk berkarya.” Ucap Inarah.
“Kalau saya punya metode sendiri untuk menangkap hal disekitar, contohnya seperti saya membuat grup whatsapp yang isinya hanya diri saya sendiri, lalu saya setiap melihat sesuatu yang menarik di lingkungan sekitar saya mengirim voice note di grup tersebut. Nah, hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencari inspurasi” Jelas Raphael Wregas Bhanuteja saat menjawab sesi pertanyaan.
Setelah sesi shareing dan tanya jawab, acara dilanjutkan dengan menonton karya-karya mahasiswa UPH yaitu film pendek yang bernuansa budaya, animasi dan komedi. Dalam pembuatan short movie mahasiswa UPH membuat nya dimulai dari proses pembuatan naskah hingga menjadi film, “Iya, kami belum pernah membuat film pendek dari naskah orang lain yaitu orang diluar kampus, karena kita juga belajar buat naskah” Jelas Stephanie.
Pemutaran short movie berlangsung selama kurang lebih 3 jam, dan ditutup dengan pemberian tanda mata kepada para narasumber.
-EA



Komentar
Posting Komentar