Mengingat Tokoh Cina Benteng Raih Penghargaan Kemdikbudristek

 Mengingat Tokoh Cina Benteng Raih Penghargaan Kemdikbudristek

Oey Tjin Eng, pengurus Klenteng Boen Tek Bio Pasar Lama Tangerang meraih penghargaan kategori pelestari untuk individu atas dedikasinya yang telah melestarikan tradisi dan budaya Cina Benteng. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia (RI) memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2023 kepada nya.


sumber : Instagram budayaainggeh

Dikenal sebagai 'kamus berjalan' terkait Cina Benteng, Oey Tjin Eng adalah seorang Pelestari tradisi dan budaya Cina Benteng di Tangerang, Banten, la merupakan sosok juru kunci Kelenteng Boen Tek Bio yang dikenal sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama serta memiliki hubungan sangat baik dengan masyarakat sekitarnya.

"Terharu, karena sekian lama baru dapat apresiasi, terharu selama saya belajar itu tidak percuma dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah," ujar Oey Tjin Eng pada saat wawancara dikediaman nya.

sumber : Instagram budayaainggeh

Sebelumnya, Oey Tjin Eng telah mengirimkan profil yang berisikan kegiatannya sebagai pelestari Cina Benteng, serta sejarah ke Kemdikbudristek.

Pria yang sudah mengabdi selama 15 tahun sebagai pengurus di Klenteng Boen Tek Bio ini kerap menerima kunjungan dari kalangan akademisi seperti pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat yang ingin mengetahui sejarah dan Cina Benteng.

Terdapat kurang lebih 500 kunjungan mahasiswa baik dari jenjang S1 hingga S3 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ada juga mahasiswa Indonesia yang sedang studi di kampus Tiongkok ambil penelitiannya tentang Cina Benteng," ungkapnya.

Menurutnya, keunikan budaya Tionghoa pada Cina Benteng menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa untuk menjadikannya obyek penelitian.

"Mereka (Cina Benteng) tidak bisa bahasa mandarin seperti saya tetapi budayanya tetap bertahan," katanya.

Bagi Oey Tjin Eng, nilai luhur yang selalu dipegang dan menjadi motivasi bagi banyak orang adalah pepatah Tionghoa yang berbunyi "kalau kita minum air, jangan lupakan sumbernya." Pepatah ini mengandung arti penting untuk menghormati dan mengakui akar budaya serta warisan nenek moyang kita. Sebagai individu yang memiliki warisan budaya Tionghoa dari leluhur, Oey Tjin Eng merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya hingga ke generasi muda agar mereka juga dapat memahami identitas budaya dan menghargainya.


-EA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1 Orang Tewas Akibat Tawuran, 2 Tersangka Diamankan

Memperingati Hari Lahir Pancasila Pemerintah Kota Tangerang Menggelar Uparaca

Museum Juang Taruna Menyajikan Edukasi Sejarah dan Kepahlawanan